Singkil Pos.- Miris,
di tengah harapan pembangunan infrastruktur yang merata, masyarakat perbatasan
Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil dengan Kecamatan Sibagindar, Kabupaten
Pakpak Bharat, Sumatera Utara, justru harus berjibaku memperbaiki sendiri jalan
rusak yang selama ini menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah.
Jalan yang berada di wilayah Desa Keras
itu kini dalam kondisi memprihatinkan dan sulit dilalui, terutama saat musim
hujan. Kerusakan jalan membuat aktivitas masyarakat lumpuh, mulai dari
pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan hingga akses warga untuk berbelanja
maupun mengurus kebutuhan sehari-hari.
“Ini satu-satunya jalan menuju
Kecamatan Sibagindar. Tapi kondisinya sangat sulit dilalui, apalagi sekarang
musim hujan,” ujar Kalpin Berutu, salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan
gotong royong, Rabu (20/5/2026).
Dengan alat seadanya, puluhan warga
dari Desa Keras, Desa Siompin, Kecamatan Suro hingga masyarakat Sibagindar
turun langsung bergotong royong menimbun jalan berlumpur yang selama ini nyaris
tak tersentuh pembangunan.
Kepala Kampong Keras, Derminton Berutu,
menegaskan bahwa jalan tersebut bukan sekadar akses desa biasa, melainkan jalur
vital penghubung dua kabupaten yang seharusnya mendapat perhatian serius
pemerintah.
Menurutnya, meski Kecamatan Sibagindar
berada di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, akses utama menuju kawasan tersebut
harus melewati Kecamatan Suro, tepatnya Desa Keras di Kabupaten Aceh Singkil.
Karena itu masyarakat Desa Keras, Desa
Siompin dan warga lainnya di Kecamatan Suro bersama masyarakat Kecamatan
Sibagindar terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan secara manual. Tapi
pekerjaan seperti ini tentu tidak akan bertahan lama,” tegas Derminton.
Ironisnya, demi memperbaiki akses
tersebut, warga harus patungan membeli sertu, batu padas, semen, menyewa alat
molen hingga kendaraan pengangkut material ke lokasi pekerjaan. Semua dilakukan
secara swadaya di tengah keterbatasan ekonomi masyarakat.
Derminton meminta pemerintah daerah
maupun pemerintah provinsi tidak lagi menutup mata terhadap kondisi jalan
perbatasan tersebut.
“Atas nama pemerintah desa dan
masyarakat, kami meminta kepada Bupati Aceh Singkil, Gubernur Aceh, Bupati
Pakpak Bharat, serta Gubernur Sumatera Utara agar segera menurunkan tim dan
membangun jalan ini. Ini satu-satunya akses penghubung dua kecamatan yang
sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Aksi gotong royong warga ini menjadi
gambaran nyata minimnya perhatian terhadap infrastruktur di wilayah perbatasan.
Masyarakat berharap pemerintah dari kedua kabupaten segera berkolaborasi
membangun jalan permanen agar mobilitas dan roda perekonomian warga tidak terus
terhambat.(Red/01)
0 Komentar